
Apakah Kita Sendiri di Universe Ini
Apakah Kita Lonely di Tengah Keramaian Dunia Ini
mestinya pertanyaan ini di tanyakan kepada diri kita sendiri, walau movie disney ini untuk kanak2 tapi moral story nya begitu dalam, bahkan nyindir bagi org2 yg apatis dan tak peduli akan dunia sekitarnya. Kisah ini membuka mata bahwa dunia ini begitu luas dan diluar sana ada banyak makhluk lain yg tak terbayangkan oleh kita. Dan secara tak langsung menyatakan betapa besar kuasa Allah dlm penciptaan nya yg amat beragam, indah, powerful sedangkan umat manusia bumi ini begitu tertinggal… dan primitif jika di bandingkan di luar sana.. syukurlah kisah ini melibatkan banyak hal yg berbobot . tampilnya elio yg lugu dan keberanian nekad justru menemukan solusi yg pelik, tentunya ia tak sendirian dlm berjuang menolong temannya yg sekarat, bantuanpun berdatangan dari belahan bumi walau hanya sekedar sebatas arahan
Alur Cerita Secara Garis Besar
Elio adalah seorang anak laki-laki pemalu yang sering merasa sendirian. Ayah dan ibunya sudah tiada, sehingga ia tinggal bersama bibinya yang keras dan suka mengatur. Walaupun bibi itu sebenarnya peduli, Elio merasa tidak dimengerti. Ia lebih suka berkhayal, menggambar, dan bermimpi tentang bintang-bintang di luar angkasa. Suatu hari, terjadi hal aneh: pesan dari luar bumi yang seharusnya dijawab oleh ilmuwan besar, justru diterima olehnya. Dalam sekejap, Elio tersedot ke sebuah pertemuan makhluk-makhluk dari seluruh galaksi. Mereka menganggap Elio adalah “wakil manusia.” Bayangkan, seorang anak yang biasanya minder, kini harus menjelaskan siapa sebenarnya manusia di hadapan makhluk luar angkasa yang bijak, aneh, dan menakutkan.
Masalah Besar dan Mengatasinya Secara Tak Terduga
Awalnya, Elio tidak tahu harus bicara apa. Ia ditertawakan karena masih kecil. “Mana mungkin anak seperti kamu mewakili Bumi?” kata sebagian alien. Mereka memberinya ujian—menyelesaikan teka-teki, memilih antara perang atau damai, dan menjawab pertanyaan sulit tentang arti menjadi manusia. Elio hampir menyerah, merasa bahwa memang benar ia tidak berguna. Tapi justru di saat itu, ia berkata jujur: manusia bukan makhluk yang sempurna, sering salah, suka bertengkar, bahkan sering kesepian. Namun, manusia juga punya hati, bisa belajar, dan selalu mencari teman serta kasih sayang. Kejujurannya membuat para alien terdiam. Mereka sadar bahwa kelebihan manusia bukanlah kekuatan atau kecerdikan, melainkan keberanian untuk mengakui kelemahan. Hal itulah yang akhirnya membuat Elio diterima sebagai wakil sejati Bumi.
Ending: Elio Memilih Auntie Daripada Dunia Baru
Setelah semua ujian berakhir, para alien menawarkan Elio untuk tinggal bersama mereka. Di sana ia tidak akan pernah kesepian: ada teman sebanyak bintang di langit, penuh tawa, penuh warna. Bagi anak seumur Elio, itu terdengar seperti surga. Tapi Elio merenung. Keramaian tidak selalu berarti kebahagiaan. Ia teringat bibinya—walau cerewet dan sering tampak tak peduli, dialah satu-satunya keluarga yang tersisa, orang yang diam-diam selalu menjaganya. Elio lalu membuat pilihan mengejutkan: ia pulang. Film ditutup dengan perasaan hangat—kadang, yang kita butuhkan bukanlah ribuan teman di dunia baru, melainkan satu orang yang benar-benar mengasihi kita di dunia nyata. Apakah kita sendiri di universe ini? Mungkin tidak. Tapi pertanyaan yang lebih penting adalah: apakah kita lonely di tengah keramaian dunia ini? Jawabannya: tidak, selama ada seseorang yang sungguh mencintai kita apa adanya.

Leave a Reply